KHOTBAH YANG KONTEKSTUAL : MEMURIDKAN PARA PENGKHOTBAH UNTUK MEMURIDKAN JEMAAT
Abstract
Abstrak: Pemuridan yang Alkitabiah tidak dapat dilepaskan dari mimbar yang Alkitabiah. Pemuridan memang tidak berakhir dengan pemberitaan Injil, namun pemuridan harus dimulai dengannya. Khotbah adalah tempat memulai yang tidak bisa diabaikan. Pemuridan dapat terjadi ketika para pengkhotbah semakin belajar menyajikan khotbah yang kontekstual. Melalui khotbah yang kontekstual, bukan hanya jemaat dibawa untuk semakin dekat Tuhan, si pengkhotbah pun dibawa untuk semakin dekat dengan Tuhan. Khotbah kontekstual adalah khotbah yang menyaksikan nama Tuhan dan bukan nama diri pengkhotbahnya. Kata-kata Kunci: Pemuridan, khotbah, kontekstualReferences
Chan, Edmund. A Certain Kind: Intentional Disciplemaking That Redefines Success In Ministry. Singapore: Covenant Evangelical Free Church, 2015.
Coleman, Robert E. The Master Plan of Evangelism. Grand Rapids: Revel, 1963.
Craddock, Fred. Preaching. Nashville: Abingdon, 1985.
Dever, Mark. Discipling: How To Help Others Follow Jesus. Wheaton: Crossway, 2016.
McCracken, Robert J. The Making of the Sermon. New York: Harper and Brothers, 1956.
Stott, John R.W. Between Two Worlds. Grand Rapids: Eerdmans Pub. Co., 1982.
Voltaire, “Le Chapon et La Poularde,” dalam Oeuvres Complètes de Voltaire, vol.VI (Paris: Chez-Furne, Libraire-Editeur, 1837): 646.
Wagener, Kenneth. The Gospel according to Paul. St. Louis, Missiouri: Concordia Publishing House, 2012.