PERAN EKSKLUSIF ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI REMAJA KRISTEN

Sostenis Nggebu

Abstract


Abstract:  The study of this article is directed at shaping the self-concept of Christian youth. The self-concept is so essential to their existence that its fulfillment requires the active role of their parents. According to God’s will, the formation of youth self-concept is an exclusive call from God for parents to build youth into the likeness of Jesus Christ. The author uses the literature study method to explain adolescents’ healthy self-concepts to deepen the discussion. Through this study, the authors found an essential fact that adolescents’ self-concept is closely related to the coaches of adolescents in a constructive and applicable manner. Parents have the primary responsibility in guiding youth to become accustomed to hearing God’s word and obeying the requirements of Jesus Christ for their lives. In managing a harmonious relationship with God, they learn to discover for themselves the dynamics of life by walking in God’s word and are able to apply God’s truth in their lives. In this aspect, they will grow into the likeness of Jesus Christ and mature in faith as a tangible manifestation of the actualization of a healthy and true self-concept according to the Christian faith.

 

Abstrak: Kajian artikel ini diarahkan pada pembentukan konsep diri para remaja Kristen. Konsep diri begitu penting bagi eksistensi mereka maka pemenuhannya memerlukan peran aktif orang tua mereka. Pembentukan konsep diri remaja yang sesuai dengan kehendak Allah merupakan panggilan yang eksklusif dari Allah bagi  orang tua untuk membina para remaja menjadi milik Yesus Kristus. Untuk mendalami pembahasannya, penulis menggunakan metode studi pustaka dalam menjelaskan konsep diri yang sehat bagi para remaja. Melalui studi tersebut, penulis menemukan fakta penting bahwa dalam konsep diri remaja erat kaitan dengan pembina terhadap para remaja secara konstruktif dan aplikatif. Orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam menuntun para remaja agar membiasakan diri dengar-dengaran akan firman Allah dan taat pada tuntutan Yesus Kristus bagi hidup mereka. Dalam menata hubungan yang harmonis dengan Tuhan, mereka belajar menemukan sendiri dinamika hidup dengan berjalan dalam firman Allah dan mampu menerapkan kebenaran Allah itu di dalam hidup mereka. Dalam aspek inila mereka akan bertumbuh menjadi serupa dengan Yesus Kristus dan menjadi dewasa dalam iman sebagai wujud nyata dari aktualisasi dari konsep diri yang sehat dan benar sesuai iman Kristen.

 


References


Alouw, Rudy A. Teori Dan Prinsip Konseling Kristen. Edited by Faisal and Welhelmina K. Mattulesy. Bandung: Kalam Hidup, 2014.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Backus, William. Mengapa Aku Merasa Begini? Semarang: Bethany, 1992.

Darmawan, I Putu Ayub. “Pembelajaran Memorisasi Dalam Ulangan 6:6-9.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3, no. 1 (2019): 21.

Dongoran, Darminto, and Fredik Melkias Boiliu. “Pergaulan Teman Sebaya Dalam Pembentukan Konsep Diri Siswa.” Jurnal Educatio FKIP Unma 6, no. 2 (2020): 381–388.

Dupe, Selvy Iriany Susanti. “Konsep Diri Remaja Kristen Dalam Menghadapi Perubahan Zaman.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 2, no. 1 (2020): 53–69.

Galugu, Nur Saqinah, and Samsinar. “Academic Self-Concept, Teacher’s Supports and Student’s Engagement in the School.” Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling 5, no. 2 (2019): 141.

Hamdi, Mohamad. Teori Kepribadian, Jilid 2. Bandung: Alfabeta, 2016.

Heath, W.S. Teologi Pendidikan Anak. Edited by Yosep Kurnia. Bandung: Kalam Hidup, 2005.

Hensley, Margaret. Konsep Diri Dan Kedewasaan Rohani. Bandung: Kalam Hidup, 1993.

Jeremiah, Alvin. “KEMURAHAN TERHADAP PEKERJA RUMAH TANGGA : PRAKTIK SPIRITUAL BAGI PARA MAJIKAN” 1, no. April (2013): 37–52.

Liana Asnita dkk. “HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN HARGA DIRI REMAJA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN.” Jurnal JOM Program Studi Keperawatan Universitas Riau 2, no. 2 (2015).

Mahrofi, Zubi. “Mentri PPPA: Anak-Anak Investasi Penting Negara.” AntaraNews.Com. Jakarta, 2021.

Manurung, Kosma. “Studi Analisis Pandangan Nabi Terhadap Nubuat Palsu.” Jurnal Antusias 6, no. 6 (2020).

Marliana Eka Saputri; Moordiningsih. “Pembentukan Konsep Diri Remaja Pada Keluarga Jawa Yang Beragama Islam.” Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan 4, no. 2 (2016): 261–268.

Mary, Eirene. “Implikasi Ulangan 5:16 Dalam Pendidikan Keluarga.” Didache: Journal of Christian Education 1, no. 2 (2020): 141.

Mazya, Kharisma Nail, and Ratna Supradewi. “Konsep Diri Dan Kebermaknaan Hidup Pada Remaja Di Panti Asuhan.” Proyeksi; Jurnal Psikologi, Unissula 6, no. 2 (2021).

Nainupu, Astrid Maryam Yvonny, and Ayang Emiyati. “Kunci Keberhasilan Seorang Anak Dalam Pemaparan Alkitab.” Didache: Journal of Christian Education 1, no. 2 (2020): 91.

Neumann, Connie. Pendewasaan Anak Dalam Rentang Lingkup Keluarga. Edited by Nicholas Kurniawan. Bandung: Visi Press, 2009.

Nggebu, Sostenis. Desain Allah Bagi Anak Dan Remaja: Membesarkan Anak Semakin Mendewasakan Orangtua. Edited by Heru Winoto. Bandung: Biji Sesawi, 2016.

———. “Pemuridan Model Epafras Sebagai Upaya Pendewasaan Iman Kristen The Model of Epaphras Discipleship as an Effort of Maturing of Church Members Faith.” Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 1 (2021): 26–42.

Pa, Jubliana Anthoneta Ratu. “Kepercayaan Diri Remaja.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 4, no. 1 (2019): 54–76.

Pricilia, Celine, Desi Yoanita, and Daniel Budiana. “Pengaruh Bodily Shame Di Instagram Terhadap Konsep Diri Remaja Perempuan.” Jurnal E-Komunikasi 7, no. 2 (2019): 1–12.

Priyatna, Novel. “Peran Guru Kristen Sebagai Agen Restorasi Dan Rekonsiliasi Dalam Mengembangkan Karakter Kristus Pada Diri Remaja Sebagai Bagian Dari Proses Pengudusan.” Jurnal Polyglot 13, no. 1 (2017): 1–7.

Putra, Adi. “Monarki: Penolakan Terhadap Teokrasi.” Explore Contact FAQ (2021).

Rikayanti, Anisah, and Muhammad Nur. “Hubungan Harga Diri Dengan Aktualisasi Diri Pada Remaja Putri Dengan Obisitas Di SMA Negeri 4 Makassar.” Jurnal Stikes Nani Hasanuddin 3, no. 6 (2013): 99–104.

Sidjabat, Binsen Samuel. Membesarkan Anak Dengan Kreatif. Edited by Pambudi. Yogyakarta: Andi, 2008.

Simanjuntak, Julianto, and Roswitha Ndraha. Mendidik Anak Sesuai Zaman & Kemampuannya. Jakarta: LK3, 2007.

Slayton, Gregory. Be a Better Dad Today. Jakarta: Asosiasi Gereja-gereja Thionghoa, 2007.

Soesilo, Yushak. “Keluarga Eli Dalam 1 Samuel 2:11-36: Suatu Evaluasi Pendidikan Kristen Dalam Keluarga Hamba Tuhan.” Jurnal Antusias 3, no. 5 (2014): 136–146.

Sumara, D;, S; Humaedi, and M. D Santoso. “Kenalakan Remaja Dan Penanganannya.” penelitian & PPM 4, no. kenkalan remaja (2017): 129–389.

Thomas, Gary. Sacred Parenting. Edited by Ellen Hanafi. Yogyakarta: Gloria, 2015.

Wening, Sri. “Pengaruh Pola Asuh Autoritatif Terhadap Religiositas Remaja Gereja Kristen Jawa Se-Klasis Surakarta.” Kurios 4, no. 1 (2018): 74.

Wright, Norman. Self Image. New York: Harvest House Pub, 1983.

Wulandari, Ade. “Karakteristik Pertumbuhan Perkembangan Remaja Dan Implikasinya Terhadap Masalah Kesehatan Dan Keperawatannya.” Jurnal Keperawatan Anak 2 (2014): 39–43.

Yates, John. Successfull Kids Through Character. Edited by Wiwin. Yogyakarta: Andi, 2013.

Yulia Singgih D. Gunarsa dan Singgih D. Gunarsa. Psikologi Untuk Keluarga. Edited by Nino Oktorino. Jakarta: Gunung Mulia, 2012.

Software Komputer:

Bible Works 10 versi 10.0.4.114 (Starup 8.88 secs)




DOI: https://doi.org/10.47596/sg.v2i2.154

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SOLA GRATIA diindeks oleh:


Published: Sekolah Tinggi Teologi Aletheia
Address: Aletheia Theological College, Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65211
Website E-Jurnal: http://sttaletheia.ac.id/e-journal/index.php/solagratia/index
e-ISSN 2723-2794, p-ISSN 2723-2786 Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika. All Rights Reserved.