MENGELOLA KONFLIK DALAM GEREJA

  • AGUNG GUNAWAN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ALETHEIA

Abstract

Gereja adalah miniatur Kerajaan Allah dalam dunia yang fana ini yang  didalamnya terdiri dari manusia-manusia berdosa yang telah ditebus oleh darah Kristus. Oleh sebab itu, gereja bukan sorga dan tempat berkumpulkan para malaikat yang sempurna tanpa cacat cela. Gereja merupakan kumpulan orang-orang yang terus menerus masih mengalami proses pengudusan hingga mencapai tahap yang sempurna ketika Tuhan Yesus dating kembali. Oleh sebab itu, konflik dalam gereja bukanlah sesuatu yang aneh namun suatu kelaziman. Konflik adalah bagian dari dinamika kehidupan manusia. Meskipun demikian, konflik tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan membawa dampak kepada kehancuran gereja. Konflik yang terjadi dalam gereja harus dikelola dengan baik dan tepat agar konflik dapat diatasi. Dengan demikian maka gereja akan dapat terus mengembangkan diri kearah pemenuhan terhadap panggilan kesempurnaan di dalam Kristus.Kata Kunci: gereja, konflik, mengelola konflik.

References

Alper, S., Tjosvold, D., & Law, K. S. (2000). Conflict Management, Efficacy,

and Performance In Organizational Teams. Personnel Psychology, 53, 625-642.

Leas, Speed B. (1998). Moving Your Church Through Conflict. The Alban Institut.

Miller, Sherod (1993). Talking and Listening Together Interpersonal communication Programs, Inc..

Rahim, M., Antonioni, D., & Psenicka, C. (2001). A Structural Equations Model of Leader Power, Subordinates' Styles of Handling Conflict, And Job Performance. International Journal of Conflict Management, 12(3), 191.

Wall, J. A., Jr., & Callister, R. R. (1995). Conflict and Its Management. Journal of Management, 21, 515-558.

Published
2020-02-03
Section
Articles