RESENSI BUKU : THE HERESY OF ORTHODOXY

STEFANUS KRISTIANTO

Abstract


Bagi kalangan sarjana teologi, nama Walter Bauer tentunya bukan nama yang asing di telinga mereka. Salah satu karyanya, leksikon BAGD, merupakan kamus paling terkemuka dalam studi bahasa Yunani Alkitab. Namun, sebenarnya bukan itu saja pencapaian monumentalnya. Lebih kurang delapan puluh tahun yang lalu, ia menerbitkan sebuah karya penting dalam bahasa Jerman, bertajuk ―Rechtgläubigkeit und Ketzerei im Ältesten Christentum.‖1 Apa yang luar biasa dari karya ini ialah bahwa tesisnya kemudian menjadi pandangan mayoritas sarjana (liberal?) dalam studi kekristenan perdana.
 
Dalam karya tersebut, Bauer meneliti empat wilayah yang dianggapnya sebagai pusat pergerakan kekristenan abad kedua, yakni Asia Kecil, Mesir, Edessa dan Roma. Dia menunjukkan bahwa di daerahdaerah tersebut, bidat-bidat Kristen sebenarnya muncul lebih dahulu daripada kekristenan ortodoks. Dia lantas menyimpulkan bahwa hal itu merupakan penanda bahwa kekristenan awal pada dasarnya bersifat jamak secara doktrinal. Tiap-tiap kelompok menafsirkan pribadi, hidup dan karya Yesus menurut cara mereka masing-masing, dan meskipun saling berbeda – atau bahkan saling bertentangan –, semua jenis kekristenan tersebut merupakan kekristenan yang absah. Tidak ada satu kelompok pun yang berhak mengklaim bahwa alirannya yang paling benar.  

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.47596/solagratia.v3i2.44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.