Sejarah

Perkembangan Pelayanan dan Kebutuhan Tenaga Hamba Tuhan di GKT

Seiring dengan perkembangan pelayanan Gereja Kristus Tuhan, kebutuhan akan hamba Tuhan pun semakin meningkat. Kebutuhan ini sangat disadari oleh beberapa orang tokoh Gereja Kristus Tuhan antara lain Tua-Tua Koo Twan Tjhing, Liong Sing Ngien, Liem Boen Pin, Pdt. Joseph Tong dan yang lainnya. Mereka berpendapat bahwa sudah waktunya GKT memiliki sebuah lembaga pendidikan teologia. Harapan tersebut pada akhirnya bisa terwujud dalam Sidang Sinode GKT pada bulan Januari 1968 yang memutuskan untuk mendirikan sebuah Institut Alkitab sekaligus membentuk Panitia Persiapan Institut Alkitab GKT yang terdiri dari :

  1. Ev. Koo Twan Tjhing
  2. Sdr. Liem Boen Pin
  3. Sdr. Liong Sing Ngien
  4. Sdri. Tan Tik Han
  5. Sdr. Tjiu Bing Tong
  6. Sdr. Hoo So Eng
  7. Sdr. Kwee Bo Kong
  8. Sdr. Go Bing Khie
  9. Pdt. Baring L. Yang
  10. Pdt. Joseph Tong

Tugas pertama panitia tersebut adalah menentukan nama dari lembaga pendidikan theologia yang akan didirikannya itu. Nama yang dipilih ialah "INSTITUT ALKITAB GEREJA KRISTUS TUHAN (TRUTH BIBLE INSTITUTE)". Kemudian panitia ini mulai mencari lokasi untuk sekolah theologia yang akan didirikan tersebut. Pada awalnya, lokasi yang dipilih untuk mendirikan sekolah Alkitab tersebut adalah di Jl. Tembok Dukuh No. 134 Surabaya (sekarang Sekolah Kristen Aletheia Surabaya). Setelah melalui pergumulan yang panjang dan kerja keras panitia, akhirnya Tuhan menyediakan sebuah lokasi yang lebih baik, yaitu sebuah gedung berlantai dua dengan luas tanah sekitar 2000m2 di Jln. Argopuro No. 32 Lawang. Kota Lawang terletak 71 km di sebelah selatan Surabaya dengan udara yang sejuk dan di kelilingi beberapa gunung, sehingga dipandang sebagai tempat yang lebih tepat untuk sebuah Institut Alkitab.

UPACARA PEMBUKAAN INSTITUT ALKITAB GKT

Dengan rasa syukur dan sukacita, maka pada tanggal 12 Februari 1969 dilaksanakanan peresmian Institut Alkitab GKT (Truth Bible Institute). Upacara peresmian dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan di halaman samping gedung yang ada, yang diiringi dengan alunan organ yang dimainkan oleh Mrs. Joseph Tong. Upacara peresmian dipimpin oleh Ev. Koo Twan Tjhing dan dihadiri oleh para dosen yang sudah diminta untuk mengajar di Institut Alkitab GKT, Badan Pengurus Sinode GKT, Panitia Persiapan Institut Alkitab serta para undangan

INSTITUT ALKITAB DASAWARSA I (1969-1979)

Setelah diresmikan, maka kegiatan belajar mengajarpun mulai berlangsung. Pada semester pertama Institut Alkitab GKT menerima 15 murid yang terdiri dari 6 pria dan 9 wanita yang berasal dari berbagai gereja dan daerah di Indonesia. Dosen dan staf yang mengajar dan melayani di ITA saat itu adalah :
Dosen alkitab dan theologi:

  1. Ds. Baring L. Yang (Rektor)
  2. Ds. Joseph Tong (Dekan)
  3. Ds. Ong Bing Bian
  4. Rev. Liddle
  5. Pdt. Okuyama

Dosen Bahasa:

  1. Bp. Then Lam Fong (Bahasa Mandarin)
  2. Mr Lie Tk Wan (Bahasa Inggris)
  3. Drs. Willem Mantja (Bahasa Indonesia)

Dosen Musik:

  1. Mrs. Joseph Tong
  2. Mr. Fabugais

Tenaga Khusus Penerjemah:

  1. Bp. Liem Jau Tjong

Tata Usaha:

  1. Bp. Nyoo Tjhing Hoo

 

PERUBAHAN NAMA:

Berdasarkan keputusan pemerintah perihal nama Institut Theologia Aletheia yang harus diganti menjadi Sekolah Tinggi, maka pada tahun 2010 nama Institut Theologia Aletheia berubah menjadi Sekolah Tinggi Theologia Aletheia Lawang hingga saat ini.

DSC_0465_2

PENAMBAHAN FASILITAS

Seiring dengan meningkatnya kegiatan di Institut Theologia Aletheia dan semakin bertambahnya jumlah mahasiswa, maka keberadaan gedung STT Alethehia sudah tidak memadai lagi. Untuk itu diperlukan penambahan Gedung Rektorat, Perpustakaan dan Auditorium. Atas berkat dan campur tangan Tuhan maka STT Aletheia membangun gedung baru di Jalan Argomoyo 13-17 Lawang. Gedung baru ini berdiri di atas tanah seluas 1500 m2 dan bangunan gedung terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama adalah gedung rektorat, lantai dua digunakan untuk perpustakaan dan ruang Seminar, serta lantai 3 dibangun Auditorium Sola Gracia yang diperuntukkan untuk acara Wisuda dan kegiatan ibadah.  Pembangunan gedung baru STT Aletheia selesai dan diresmikan oleh Bupati Malang pada tanggal 14 Agustus 2007.

PEMBINAAN KEROHANIAN MAHASISWA

Untuk meningkatkan kehidupan spiritualitas para mahasiswa, STT Aletheia memberikan pembinaan dalam dimensi spiritualitas melalui meditasi pribadi, ibadah pagi dan sore, persekutuan malam,  kesaksian,  dan persekutuan asrama putra dan asrama putri. Selain daripada itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam kelompok Family Group yang bertemu seminggu sekali. Melalui family group ini pada mahasiswa saling berbagi dan saling mendukung bagi pertumbuhan spiritualitas tiap-tiap mahasiswa.

PEMBINAAN KARAKTER MAHASISWA

Karakter Kristiani sangat penting bagi Hamba Tuhan. Oleh sebab itu, para mahasiswa STT Aletheia ditolong untuk memiliki karakter Kristiani yang dapat menjadi berkat bagi orang lain. Para mahasiswa STT Aletheia mendapatkan pembinaan karakter melalui kegiatan Personality Character Building (PCB) yang dilakukan seminggu sekali.

PELATIHAN KETERAMPILAN

Para mahasiswa diberikan keterampilan-keterampilan yang akan berguna bagi pelayanan mereka di masa yang akan datang. Keterampilan-keterampilan yang diberikan kepada para mahasiswa antara lain keterampilan bermain musik, menyanyi, panggung boneka, prakarya, memasak dan  lainnya.